Tampilkan postingan dengan label industri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label industri. Tampilkan semua postingan

It's Time To Say Goodbye, Dear Oil...

Bismillaahirrahmaanirrahiim...

Meneruskan tulisan saya sebelumnya tentang BBM... Sepertinya masalah energi buat sebagian orang akan selalu menarik untuk dibahas.

Okelah, sekarang (sebagian) orang sudah mulai "siap"dengan kenaikan harga minyak dunia.. Namun apakah kita sudah memikirkan jangka panjangnya, sampai kapan kita mau terus bergantung pada minyak?

Indonesia yang jaman dahulu terkenal sebagai negara penghasil dan pengekspor minyak seharusnya tidak masalah dengan kenaikan harga minyak dunia. Akan tetapi bagaimana sekarang? Apakah status Indonesia masih seperti itu?

Hmm.. mari kita lihat data,

 Grafik Perbandingan Produksi dan Konsumsi Minyak Harian Indonesia

Grafik di atas menunjukkan kondisi produksi dan konsumsi minyak di Indonesia. Pada tahun 1965, di masa kepemimpinan Presiden Soekarno digantikan, Indonesia mulai "open source" mengenai minyak ini. Pada saat itu produksi minyak Indonesia mencapai 486.000 barel per hari sedangkan konsumsinya hanya 122.000 barel per hari, Indonesia surplus minyak 364.000 barel per hari sehingga menjadi negara pengekspor minyak yang cukup besar saat itu.

Produksi minyak Indonesia terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan hingga di tahun 1970 menjadi 854.000 barel per hari, sedangkan konsumsi minyak dalam negeri saat itu masih berkisar di angka 153.000 barel per hari, sehingga Indonesia surplus 701.000 barel per hari. Tahun 1977 mungkin menjadi puncak keemasan ekspor BBM Indonesia, saat itu produksi minyak Indonesia mencapai 1.696.000 barel per hari sedangkan konsumsinya hanya 285.000 barel per hari, sehingga Indonesia surplus 1.411.000 barel per hari!!

Dari tahun1970 - 1989 grafik produksi Indonesia mengalami naik-turun berkisar di rata-rata 1.300.000 barel per hari,sedangkan di masa ini ekonomi Indonesia pun terus berkembang sehingga konsumsi BBM di tahun 1989 naik menjadi 693.000 barel, atau mengalami peningkatan konsumsi 287,5 % dari tahun 1970!

Dari tahun 1989 - 2000, produksi minyak mengalami penurunan rata-rata 17,65 % hingga ke level 1.450.000 barel per hari, sedangkan tingkat konsumsi terus mengalami peningkatan 67,8 % hingga menyentuh angka 1.150.000 barel per hari. Di tahun ini Indonesia mulai "seret" mengekspor minyak, yakni hanya 300.000 barel per hari.

Pada tahun 2003 awal, untuk pertama kalinya Indonesia mengalami "impas" dalam produksi dan konsumsi BBM.. Produksi minyak terus turun hingga angka 1.220.000 barel per hari, di saat yang bersamaan konsumsi minyak dalam negeri naik ke angka yang sama! Inilah TITIK BALIK kondisi PERMINYAKAN negara Indonesia, dari negara pengekspor ke negara pengimpor. Populasi yang terus bertambah dibarengi peningkatan kebutuhan industri dan ekonomi membuat negara ini semakin "haus" akan minyak.

2004 dan setelahnya, nilai kuantitas produksi minyak kita semakin turun saja menuju ke angka 1.000.000 barel per hari di tahun 2006, sedangkan angka konsumsi seakan tidak peduli, terus saja naik hingga mendekati angka 1.300.000 barel per hari. Di akhir grafik ini, yakni pada tahun 2010, kita bisa melihat posisi minyak Indonesia DEFISIT 324.000 barel per hari, dimana defisit itu harus kita tutupi dari impor minyak.

Seharusnya dari tahun 2002 kita sudah mulai waspada, bahkan jauh sebelumnya kita seharusnya sudah bisa memprediksikan bahwa cadangan minyak kita sudah mulai seret.. Sedangkan nilai konsumsi BBM tidak juga diberi "penekanan". Seharusnya di awal tahun 2000 pemerintah yang saat itu baru saja REFORMASI mulai menata kebijakan energi Indonesia di masa yang akan datang.

Setidaknya ada dua hal yang harus dilakukan dalam mewujudkan ketahanan dan kemandirian energi Indonesia :
1. Mengurangi ketergantungan konsumsi BBM di Indonesia di segala sektor (transportasi, pembangkit listrik, dll).
2. Mengeksplorasi dan memanfaatkan sumber energi alternatif BBM seperti Gas, Batu bara, terutama seumber energi terbarukan seperti Matahari, Panas Bumi, Angin, Gelombang Laut, Biomassa, dll.

Dengan segala potensi yang dimiliki oleh Indonesia, seharusnya hal tersebut menjadi sangat mungkin dilakukan. Say Hello to Renewable Energy, Goodbye Oil Energy!!

Bandung
24032012

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Nyamuk, oh.. Nyamuk..

Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Nyamuk. Binatang ini sering dianggap mengganggu bahkan berbahaya bagi manusia.
Karenanya ia sering diburu dengan obat semprot, raket listrik, sampai metode tradisional (ditabok pake tangan).

Nyamuk.
Binatang yang telah dituduh jadi biang keladi berbagai penyakit yang ada.
Mulai dari DB (demam berdarah), Malaria, Kolera, sampai Chikungunya.
Kalo ada warga RT yang terkena penyakit itu, solusinya simpel : FOGGING, alias pemberantasan nyamuk secara besar-besaran menggunakan obat nyamuk yag dibikin kayak asap / kabut.
Bagi orang yang kena penyakit gara-gara nyamuk, dia jadi sumber bencana.

Nyamuk.
Binatang ini telah berjasa bagi jutaan orang di dunia.
Sampe-sampe ada perusahaan raksasa bisa kaya gara-gara nyamuk.
Maksudnya bikin industri obat nyamuk.
Bagi orang yang "hidup" dari industri obat / perlengkapan pembunuh nyamuk, harusnya dia jadi pahlawan.  

Fakta Menarik Tentang Nyamuk

Tahukah Anda?
Hanya nyamuk betina saja yang menyedot darah, dan itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan makan.
Sebab, pada kenyataanya, baik jantan maupun betina makan cairan nektar bunga.
Nyamuk betina perlu memberi nutrisi protein yang terdapat dalam darah untuk perkembangan telur-telurnya.  

Teknologi Nyamuk

Nyamuk selalu dapat menemukan sasarannya dengan tepat karena mereka melihat dengan gerakan, panas tubuh, dan bau tubuh.
Disini dia memakai 3 sensor yang luar biasa sekaligus.
Teknologi yang diadaptasi manusia dalam peluru kendali baru hanya bisa 1 macam.

Sewaktu nyamuk hinggap di tubuh dia menempelkan mulutnya yang mirip sedotan disebut juga probosis.
Lalu terdapat pisau yang merobek kulit maju mundur, hingga menemukan urat darah, setelah itu baru darah yang ada dihisap.
Dalam prosesnya nyamuk juga mengeluarkan air liur yang mengandung antikoagulan untuk mencegah darah yang dia hisap membeku.
Proses ini berlangsung cepat dan seolah-olah proses yang terjadi adalah nyamuk menusuk tubuh padahal tidak begitu, nyamuk membedah kita seperti layaknya dokter bedah yang cepat dan akurat.
Subhanallah.. Dokter bedah harusnya belajar dari Nyamuk!

Setelah nyamuk kenyang dia akan mencabut probiosis dan terbang.
Air liur yang tertinggal di kulit kita akan merangsang tubuh layaknya ada benda asing yang mengganggu, terjadilah proses yang dikenal dengan alergi, dan yang terjadi adalah bentol-bentol dan gatal.
Buat orang yang udah sangat terbiasa mungkin udah ga gatal lagi, udah kebal, he he he.

(diadaptasi dari sumber : wikipedia.org)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS