Tampilkan postingan dengan label ilmu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ilmu. Tampilkan semua postingan

Satu Bumi, Miliaran Dunia, Satu Koneksi

Bismillaahirrahmaanirrahiim...


Explore Your Connection Life, Explore A New World...

Manusia tinggal di bumi yang satu, tapi tidak selalu satu "dunia". Ya, setiap orang memiliki dunianya masing-masing. Kalo ada dua orang bertemu dari dua backgroung yang berbeda kita seringkali menyebut istilah "beda dunia" atau "beda alam". Padahal sama-sama masih nginjak Planet Bumi. Aneh kan? He he he

Pernah nggak sih, Anda merasakan hal ini : bertemu seseorang yang baru, lalu Anda merasa seperti menemukan "Dunia Baru" yang sama sekali berbeda dari yang pernah Anda alami. Mungkin saja hal itu sering terjadi kan?

Namun saya punya pengalaman yang baru saya rasakan belakangan ini. Di era internet ini, menjadi semakin mudah untuk menelusuri "dunia seseorang". Kita bisa dengan lebih mudah mengetahui latar belakang dan aktifitas seseorang : di mana ia bekerja, menikah dengan siapa, punya prestasi apa saja, hobinya apa, pernah jalan-jalan ke mana saja, bahkan sampai curhat-curhatnya. Selama orang tersebut menghendaki, info apapun dapat diketahui oleh miliaran orang di seluruh dunia.

Revolusi

Tak jarang saya iseng menelusuri teman lama yang kini sudah jarang berkomunikasi. Saya tinggal baca facebook pagenya, blognya, atau ikuti twitternya. Dalam beberapa menit atau bahkan detik saya bisa mengetahui banyak hal yang baru tentang teman saya tersebut. Sebutlah si Fulan, yang dulu teman satu kampus, setelah beberapa tahun sekarang saya bisa tahu dia sudah menikah, punya anak, punya jabatan, dll hanya dari internet. Asalkan orang tersebut memang rajin menuliskan kehidupannya di internet. Kalau tidak ya, harus bertanya langsung.

Yang ingin saya garis bawahi di tulisan saya ini adalah, betapa menariknya kehidupan sosial sekarang. Kemajuan IT yang sangat pesat menjadikan adanya sebuah "Techno-Social Revolution", alias revolusi sosial akibat kemajuan teknologi. Ketika seseorang berinteraksi dengan komunitas sosialnya via internet, ia dapat menjelajahi "dunia baru" dari kawannya. Ia dapat menemukan hal-hal baru yang tidak pernah dirasakan. Dan menemukan kejutan-kejutan yang menyenangkan.

Inspirasi

Membaca kehidupan seseorang via internet (facebook, twitter, blog, linkedin, dll) terkadang membawa inspirasi bagi saya. Terus terang saya jadi rajin menulis setelah membaca blog-nya Pak Budi Rahardjo, dosen saya waktu kuliah di ITB. Di sela kesibukannya dia amat rajin menulis dan mengupdate blognya hampir setiap hari. Dari mulai hal ringan hingga hal rumit berbau teknis yang berkaitan dengan pekerjaannya. Itulah yang menginspirasi saya untuk lebih sering menulis.

Masih banyak lagi teman-teman saya yang lain yang bisa saya jadikan inspirasi. Ada teman yang jalan-jalan ke suatu tempat wisata yang menarik, jadi inspirasi saya untuk mengunjunginya juga. Atau tempat makan yang enak, hobi yang seru, dll.

Senjata

Tentu saja sifat teknologi sebetulnya bagaikan sebuah Senjata. Apabila berada di tangan orang yang tepat dan berniat baik, akan menjadi sangat bermanfaat. Lain halnya bila berada di tangan orang yang tidak tepat dan berniat tidak baik, juga dapat menjadi sangat merugikan. Marak juga kan kasus-kasus penipuan akibat media sosial? Itulah pentingnya kita berhati-hati.

Wallahu a'lam bishshawwaab...


Semarang
11042012


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Nyamuk, oh.. Nyamuk..

Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Nyamuk. Binatang ini sering dianggap mengganggu bahkan berbahaya bagi manusia.
Karenanya ia sering diburu dengan obat semprot, raket listrik, sampai metode tradisional (ditabok pake tangan).

Nyamuk.
Binatang yang telah dituduh jadi biang keladi berbagai penyakit yang ada.
Mulai dari DB (demam berdarah), Malaria, Kolera, sampai Chikungunya.
Kalo ada warga RT yang terkena penyakit itu, solusinya simpel : FOGGING, alias pemberantasan nyamuk secara besar-besaran menggunakan obat nyamuk yag dibikin kayak asap / kabut.
Bagi orang yang kena penyakit gara-gara nyamuk, dia jadi sumber bencana.

Nyamuk.
Binatang ini telah berjasa bagi jutaan orang di dunia.
Sampe-sampe ada perusahaan raksasa bisa kaya gara-gara nyamuk.
Maksudnya bikin industri obat nyamuk.
Bagi orang yang "hidup" dari industri obat / perlengkapan pembunuh nyamuk, harusnya dia jadi pahlawan.  

Fakta Menarik Tentang Nyamuk

Tahukah Anda?
Hanya nyamuk betina saja yang menyedot darah, dan itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan makan.
Sebab, pada kenyataanya, baik jantan maupun betina makan cairan nektar bunga.
Nyamuk betina perlu memberi nutrisi protein yang terdapat dalam darah untuk perkembangan telur-telurnya.  

Teknologi Nyamuk

Nyamuk selalu dapat menemukan sasarannya dengan tepat karena mereka melihat dengan gerakan, panas tubuh, dan bau tubuh.
Disini dia memakai 3 sensor yang luar biasa sekaligus.
Teknologi yang diadaptasi manusia dalam peluru kendali baru hanya bisa 1 macam.

Sewaktu nyamuk hinggap di tubuh dia menempelkan mulutnya yang mirip sedotan disebut juga probosis.
Lalu terdapat pisau yang merobek kulit maju mundur, hingga menemukan urat darah, setelah itu baru darah yang ada dihisap.
Dalam prosesnya nyamuk juga mengeluarkan air liur yang mengandung antikoagulan untuk mencegah darah yang dia hisap membeku.
Proses ini berlangsung cepat dan seolah-olah proses yang terjadi adalah nyamuk menusuk tubuh padahal tidak begitu, nyamuk membedah kita seperti layaknya dokter bedah yang cepat dan akurat.
Subhanallah.. Dokter bedah harusnya belajar dari Nyamuk!

Setelah nyamuk kenyang dia akan mencabut probiosis dan terbang.
Air liur yang tertinggal di kulit kita akan merangsang tubuh layaknya ada benda asing yang mengganggu, terjadilah proses yang dikenal dengan alergi, dan yang terjadi adalah bentol-bentol dan gatal.
Buat orang yang udah sangat terbiasa mungkin udah ga gatal lagi, udah kebal, he he he.

(diadaptasi dari sumber : wikipedia.org)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kutu Loncat dalam Kotak Korek

Bismillaahirrahmaanirrahiim...

Alkisah, ada seorang pemuda yang sedang berkelana mencari jati dirinya. Dia pun berkelana ke negeri nan jauh untuk menimba ilmu. Sampai suatu saat ia tiba di sebuah negeri yang makmur dan maju. Ia pun terpesona dan penasaran mengapa negeri itu bisa begitu maju dengan pesat.

Ia pun bertemu penduduk setempat dan mengobrol, mencari tahu budaya setempat. Ia pun menanyakan ; Siapakah pemimpin kalian? Orang seperti apakah dia? Penduduk setempat pun menjawab ; Pemimpin kami adalah orang yang sederhana dan bijak, dia adalah seorang guru. Pemimpin kami orangnya sangat santai dan ramah, dia dapat ditemui dengan mudah tidak ada acara protokoler yang rumit.

Mendapat jawaban tersebut sang pemuda itu kaget dan penasaran, mengapa di negeri semaju dan semodern ini seorang guru bisa menjadi pemimpin tertinggi? Dan mengapa ia bersikap begitu santai, padahal bagi pemimpin keselamatan kan yang utama?

Pemuda itu pun bertekad untuk menemui pemimpin negeri itu yang biasa disebut "Sang Guru". Ia pun mengunjungi kantor pusat pemerintahan di Ibu Kota.

Ketika ia sampai di Kantor Pemerintahan, ia melihat sebuah bangunan tua yang megah. Terlihat kokoh namun sederhana. Tidak ada kesan angkuh dan tertutup. Ia pun melihat ada sesosok yang berbadan tegap menggunakan pakaian resmi. Ia berasumsi bahwa itu adalah petugas keamanan "Istana" Pemerintahan dan memberanikan diri melapor ke Petugas keamanan  tersebut untuk bertemu "Sang Guru".

"Selamat Siang Pak!"

Sang Petugas Keamanan yang awalnya terlihat sangar bin angker, ternyata bersikap ramah saat berdialog dengan pemuda tersebut.

"Selamat Siang, maaf Anda ada kepentingan apa ya?", tanya sang petugas.
"Perkenalkan saya Fulan, dari negeri seberang. Saya ingin bertemu dengan Pemimpin negeri ini.."
"Oh, ya, silakan isi buku tamu ini dulu."
"Baik pak, terima kasih. Tapi beliau ada kan Pak?"
"Beliau ada kok. Ngomong-ngomong, ada keperluan apa ya dik?", petugas keamanan itu bertanya lagi.
"Begini Pak, saya sangat mengagumi kemajuan yang terjadi di negeri ini. Padahal sekitar 10 tahun yang lalu negeri ini baru saja menderita akibat peperangan yang terjadi. Maka dari itu saya sangat ingin bertemu dengan pemimpin negeri ini. Saya ingin belajar banyak dari negeri ini."

Sang Petugas Keamanan tersenyum dan bercerita,
"Memang negeri ini sempat hancur dan menderita akibat perang antar golongan yang terjadi di negeri ini. Akan tetapi itu semua sudah kami lupakan dan kami bertekad untuk membangun negeri ini dalam damai. Oya dik, silakan duduk dulu."

Sang Petugas Keamanan pun mempersilakan si pemuda untuk duduk di Pos Jaga, lalu ia menelepon sekretaris Sang Pemimpin.

"Sekretaris sudah saya beritahu..."
"Terima kasih Pak," Sang Pemuda tersebut memotong.
"Saya harus ke mana pak?"

Sang Petugas Keamanan kembali tersenyum,
"Di sini saja dulu. Oya, jadi Anda ini mau belajar di negeri ini?", tukas Sang Petugas.
"Betul sekali pak. Akan sangat berharga bagi saya untuk bisa belajar di negeri ini sebelum kembali ke negeri saya."
"Akan saya buka sedikit rahasia, mengapa negeri kami bisa begini. Meskipun saya petugas keamanan, saya tetap membuka wawasan saya lho."

Sang Petugas pun memulai ceritanya,
"Jadi begini, kamu tau kutu loncat kan?
Seekor binatang yang dapat meloncat 200 kali tinggi tubuhnya. Ia dapat mempunyai kekuatan seperti itu karena ia dapat memaksimalkan kemampuan dirinya."

"Ada sebuah cerita tentang kutu loncat ini. Suatu ketika ada eksperimen yang dilakukan oleh seorang ilmuwan. Ia memasukkan seekor kutu loncat ke dalam kotak korek api.
Kutu loncat itu pun meloncat di dalam kotak korek api tersebut. Dapat diduga, kutu loncat tersebut menabrak dinding kotak.. Begitu terus berulang-ulang.. Sampai akhirnya si kutu mencoba mengurangi tenaga loncatnya.
Beberapa kali masih terbentur, namun di percobaan yang ke sekian ratus kali, ia akhirnya berhasil meloncat dengan aman, tanpa terbentur dinding."

"Kutu tersebut berada di kotak korek api selama 3 minggu.
Setelah 3 minggu berlangsung, kutu tersebut dilepaskan dari kotak korek api.
Apa yang terjadi setelah itu, kutu loncat tersebut menjadi sangat terbiasa melompat sebatas seperti masih di dalam kotak korek api tadi, seolah-olah ia takut terbentur dinding kotak padahal sebetulnya tidak ada kotak.
Kutu tersebut kehilangan kemampuan meloncat sampai 200 kali tinggi tubuhnya. Ia hanya meloncat dengan "aman"."

"Nah, ibarat itulah kemampuan manusia. Lebih dari berabad-abad negeri kami ini merasa "terkungkung" seperti kutu loncat dalam kotak korek. Kami merasa takut untuk bergerak bebas.
Sebetulnya yang kami takuti bukanlah hal yang nyata seperti dinding korek itu. "Dinding" yang kami hadapi adalah sebuah "tradisi" yang mengakar sangat kuat, sebuah "kepentingan" yang licik, dan sebuah kebiasaan yang sangat lazim sehingga apabila ada hal-hal baru seolah-olah "terbentur" dengan "dinding-dinding" tadi."

"Akhirnya pada 10 tahun lalu ada gerakan "terobosan" yang berusaha keluar dari dalam "kotak". Gerakan ini mendapat perlawanan yang amat kuat sehingga terjadi perang ideologis."

"Peperangan itu sebenarnya lebih banyak "berperang melawan diri sendiri" daripada melawan orang lain.
Peperangan itu lebih banyak pada aspek kejiwaan daripada aspek fisik. Walaupun secara fisik memang ada beberapa orang yang harus rela berkorban raga. Namun itulah tonggak perubahan.
Peperangan itu akhirnya dimenangkan oleh kaum yang menginginkan perubahan dan terobosan."

"Dan dari sisa-sisa kemenangan kami itulah, negeri ini dibangun kembali. Kami memaksimalkan segala potensi yang dimiliki oleh putra-putri negeri kami sendiri. Kami tidak menghancurkan segala tradisi yang mengungkung, kepentingan yang licik, dan kebiasaan-kebiasaan yang salah di negeri ini."

Petugas Keamanan itu terlihat sangat berbeda dari awal perjumpaan mereka. Ia menjadi sangat berapi-api seolah-olah ingin meledak, tetapi cara berbicaranya sangat terstruktur dengan baik. Setelah itu terdengar suara panggilan telepon di Pos Jaga dan Sang Petugas Keamanan pun segera menerimanya. Ternyata sebuah panggilan untuk Sang Petugas Keamanan. Akhirnya ia pun berpamitan kepada Sang Pemuda tersebut.

Sang Pemuda yang dari awal mendengarkan semakin terbakar juga semangatnya untuk segera mengadakan terobosan-terobosan di negerinya. Ia merasa sangat terinspirasi oleh cerita Sang Petugas Keamanan tadi. Di dalam pikiran sang Pemuda ia bagaikan mendapat ide segar yang harus segera dilaksanakan. Keinginan untuk bertemu "Sang Guru" alias Pemimpin negeri tersebut menjadi tidak sebesar tadi karena ia ingin cepat-cepat pulang.

Tak lama kemudian datanglah Petugas Keamanan yang lain. Kali ini pakaiannya masih mirip dengan yang pertama namun berwarna lain dan ditambahi tulisan "SECURITY" melingkar di lengan kanannya. Sang Pemuda pun memutuskan untuk segera pulang, ia pun akan berpamitan kepada Petugas Keamanan yang baru datang ini.
"Pak, mohon maaf saya tidak jadi bertemu Sang Pemimpin. Saya harus segera kembali ke negeri saya karena saya memiliki pekerjaan yang amat banyak."
"Lho dik, justru saya ke sini untuk menyampaikan permohonan maaf dari Sang Pemimpin karena telah menerima kedatanganmu hanya di Pos Jaga ini."

Sang Pemuda tidak begitu mengerti maksud Petugas Keamanan yang baru ini.
"Maksud Bapak, yang bicara panjang lebar tadi di Pos Jaga ini? Dia atasan bapak kan? Saya lihat pakaiannya mirip pak, berjas resmi hanya warnanya saja yang berbeda dan tidak ada tulisan "SECURITY"-nya."
"Iya, dia memang atasan saya, tetapi atasan yang paling atas. Alias Sang Pemimpin. Beliau kebetulan tadi sedang berjalan-jalan memeriksa Pos Jaga ini, dan saya disuruhnya berkeliling untuk patroli. Sebenarnya saya tidak enak meninggalkan beliau sendiri di sini, tapi ini saya kan cuma menjalankan perintah."

Sang Pemuda kaget bukan main bahwa yang tadi ia sangka adalah Sang Petugas Keamanan ternyata adalah Sang Pemimpin itu sendiri! Alangkah malunya ia tadi memotong pembicaraan. Dan alangkah kagumnya ia terhadap kerendahan hati Sang Pemimpin tadi. Pantas saja cara berpikir dan berbicaranya luar biasa, pikir Sang Pemuda itu.

"Wah, mohon maaf Pak, saya tidak tahu kalau itu adalah Sang Pemimpin negeri ini. Saya benar-benar tidak tahu soalnya saya dari negeri seberang Pak. Lagipula beliau sangat bersikap sederhana."

"Ya, tidak apa-apa. Itu sudah biasa terjadi, beliau memang begitu, bersikap sederhana dan saking sederhananya orang yang pertama kali berjumpa dengannya tidak akan menyangkan kalau beliau memiliki jabatan tertinggi di negeri ini. Mungkin itu karena ia berasal dari seorang guru. Ia memandang Pemimpin itu bukan kehormatan, tetapi sebuah amanah yang harus diemban, yang akan dimintai pertanggungjawabannya.", petugas keamanan itu menjelaskan.

Kini Sang Pemuda itu mendapatkan dua pelajaran yang amat berharga dari kunjungannya ke negeri ini. Yang pertama mengenai kisah kutu loncat tadi dan yang kedua adalah mengenai prinsip kepemimpinan.

Pertama : Jangan batasi kemampuan diri dengan apapun. Batasan itu biasanya lebih banyak dari dalam diri sendiri, sisanya dari luar. Akan tetapi jika ada gerakan bersama untuk "keluar dari kotak" dan membebaskan diri, niscaya batasan-batasan tersebut akan hancur.

Kedua : Kepemimpinan adalah sebuah amanah yang harus diemban yang akan dimintai pertanggungjawabannya. Seorang pemimpin adalah harus dapat melayani yang dipimpinnya, bukan sebaliknya. Seorang pemimpin bukan orang yang terkenal, tetapi orang yang mau mengenal segala aspek dari yang dipimpinnya.

--------------------------------
Semarang
140312
--------------------------------

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Membangun Keluarga




Membangun keluarga bagaikan sebuah perjalanan, perjalanan menuju satu tujuan bersama yang telah disepakati. Setidaknya dalam niat awal membina rumah tangga, hal tersebut sudah muncul. Apa alasan Anda menikah? Itulah yang akan menjadi tujuan perjalanan Anda dan pasangan setelah menikah.

Secara psikologis, ada 3 faktor pembentuk keluarga :

1. Paradigma pasangan tentang keluarga

Paradigma adalah cara pandang, cara bersikap terhadap suatu hal. Jadi dari awal masing2 individu baik suami maupun istri harus memperjelas bagaimana paradigma pribadinya tentang sebuah keluarga. Hal inilah yang akan menentukan kecocokan antara suami dan istri.
Misalkan suami memandang "membangun keluarga adalah untuk mendapat keturunan dan sekedar melanjutkan garis keluarga" sedangkan sang istri memandang "membangun keluarga adalah ibadah kepada Allah". Dua paradigma yang berbeda itu akan menyebabkan banyak ketidakcocokan dalam rumah tangga. Jadi paradigma awal haruslah disamakan.

2. Kompetensi dan partisipasi anggota keluarga

Kompetensi dan partisipasi masing2 anggota keluarga sangatlah penting. Harus ada keseimbangan yang baik antara suami, istri, dan anak-anak (apabila telah besar) dalam masalah kompetensi dan partisipasi untuk membangun keluarga. Suami mencari nafkah, istri mengurus rumah tangga, anak membantu orang tua. Masing2 anggota keluarga hendaklah mempunyai peran yang seimbang.
Apabila terjadi ketidakseimbangan dalam kompetensi dan partisipasi, tentu keluarga tersebut tidak akan seimbang pula. Misalkan sang suami mencari nafkah, rumah tangga diurus pembantu, anak diurus baby sitter, sedangkan sang istri hanya bersantai. Atau sebaliknya, sang istri yang mencari nafkah, mengurus rumah tangga dan anak, sedangkan sang suami hanya berleha-leha. Sebaiknya segala sesuatunya harus seimbang.

3. Aktifitas anggota keluarga

Aktifitas anggota keluarga juga berpengaruh terhadap bangunan keluarga itu sendiri. Masing-masing anggota harus menjalankan aktifitasnya secara seimbang dan teratur. Jangan mementingkan sesuatu hal sehingga mengorbankan hal lain yang sebetulnya lebih penting. Jalankan aktifitas yang memang menjadi prioritas dalam membangun keluarga.
Misalkan sang suami dan istri bekerja dari pagi sampai malam, sedangkan rumah dan anak2 diurus oleh para pembantu. Maka hal ini tidak akan berdampak baik bagi keluarga karena aktifitas di luar rumah yang terlalu berlebihan. Anak2 tidak dibesarkan dengan kasih sayang orang tuanya tetapi dari kasih sayang pembantunya. Mendidik anak bukan hanya materi, tetapi kedekatan hati.


Paradigma Bentuk Keluarga dalam Islam

1. Beribadah kepada Allah
2. Menjaga kesucian diri
3. Merealisasikan amal / menerapkan hukum-hukum Allah

3 faktor di atas adalah menjadi kunci paradigma seorang muslim dalam sukses berumah tangga. 3 hal di atas yakni beribadah kepada Allah, menjaga kesucian diri masing-masing, dan merealisasikan amal / menerapkan hukum2 Allah haruslah menjadi sebuah niatan dari awal untuk membentuk keluarga yang Sakinah, Mawaddah, Warrahmah.


Pengertian SaMaRa

Keluarga yag Sakinah, Mawaddah, Warrahmah adalah keluarga yang mempunyai tujuan :
1. Kebahagiaan dunia
2. Kebahagiaan akhirat (masuk surga)
3. Dijauhkan dari api neraka

Kebahagiaan dunia saja tidak akan cukup karena dunia akan berakhir, sedangkan kehidupan yang abadi adalah di akhirat kelak. Tentu saja kita menginginkan kebahagiaan yang abadi yakni di surga. Dan jangan sampai kita menyentuh / masuk neraka walaupun sebentar, na'udzubillahi min dzalik.

"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (Q.S. At-Tahrim (66):6)

Oleh karena itu, setiap keluarga muslim hendaklah memiliki VISI, MISI dan PROGRAM KERJA yang jelas dalam membangun keluarga untuk mencapai tujuan di atas. Di bawah ini adalah contoh saja, bagaimana Visi, Misi dan Program Kerja sebuah keluarga muslim :

VISI
"Semua Anggota Keluarga Mencapai Kebahagiaan dunia, Kebahagiaan akhirat (masuk surga) dan Dijauhkan dari Api Neraka"

MISI
1. Mencapai derajat taqwa
2. Hidup mulia atau mati syahid

PROGRAM KERJA
1. Shalat 5 waktu tepat waktu, dan berjamaah di masjid
2. Shaum (wajib dan sunnah)
3. Zakat dan sedekah
4. Haji (diniatkan dari sekarang)
5. Shalat Tahajjud
6. Shalat Dhuha
7. dll

Tentu saja inti dari semua ini adalah "teamwork" atau kerja sama antar suami, istri, dan anak dimana sang suami adalah pemimpinnya. Tanpa adanya kerja sama yang baik akan sulit membangun keluarga.
Wallaahu a'lam bishshawwaab.

(Sumber : tarbiyah)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

"Connected People"

Beberapa waktu yang lalu saya membaca wall di fb teman saya (saya sebut saja Mr.A), lalu di situ ada temannya teman saya (saya sebut saja Mr.B) yang bertanya tentang pendapat Mr.A tentang hukum syariah Islam dalam sebuah praktek ekonomi. Setelah itu, yang komen di situ banyak sekali dan masing-masing berinteraksi dengan konstruktif membahas sebuah praktik ekonomi syariah.

Saya pun termenung membacanya, dan berpikir bahwa betapa hebatnya silaturrahim.. Betapa hebatnya saling berbagi ilmu dalam kebaikan dan kemajuan.. Betapa luar biasa-nya belajar dari pengalaman dan ilmu orang lain.. Sangat akseleratif, sangat praktis dan efeknya hebat..

Saya melihat teman-teman saya yang berkecimpung di praktik ekonomi syariah (alias para pebisnis syariah) merupakan orang-orang yang seperti memiliki "benang ikatan" yang kuat, seolah saling terjalin dalam koneksi yang baik, meminjam istilah Nokia, "Connecting People", tapi ini dalam bentuk kata benda, jadi "Connected People".

Lalu apa sebenarnya yang membuat mereka ini "connect"? Apa yang membuat semangat mereka menyatu dalam sebuah komunikasi yang konstruktif?

Dalam beberapa kali interaksi mereka yang saya amati, mereka seperti memiliki satu 'keyakinan'.. Keyakinan yang menguatkan niat mereka, niat untuk mencari nafkah yang halal sesuai dengan sunnah dan tuntunan dari teladan mereka, Rasulullah Muhammad Salallahu 'alaihi wassalam.. Satu keyakinan bahwa bisnis itu harus sejalan dengan aturan yang telah digariskan di Al-Qur'an dan Hadits demi mendapat ridha Allah Subhanahu wata'ala.

Namun ternyata tidak sekedar mencari nafkah, dengan begitu mereka pun menjadi sebuah komunitas dakwah yang dapat saling mengingatkan serta memberikan pencerahan kepada orang awam. Mereka dapat menginspirasi orang lain untuk mengikuti jejak mereka, senantiasa mendalami dan mengamalkan ilmu syariah Islam yang amat luar biasa dalam mengatur segala macam aspek kehidupan manusia. Subhanallah...

Semoga komunitas seperti ini semakin banyak di Indonesia. Tidak hanya untuk urusan bisnis, tapi untuk urusan apapun, komunitas "Connected People" dalam koridor kebaikan sesuai syariah Islam perlu diperbanyak :).

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS